Islam-Today.Net

Islam today! Kumpulan artikel Islam


 
Main Menu
Home
DAFTAR ISI
Artikel Islami
Ask Islam
Seputar Islam
Alquran
Nabi Muhammad
JIHAD
MASALAH AGAMA
IBADAH Islam
HAKIKAT DOA
Hakikat DOSA
SHALAT
Puasa Ramadhan
LINKS
Menu Lain
DOWNLOAD
Submit Link
BUKU TAMU
Forum Diskusi
Contact Us
Search


ShoutMix chat widget

Enter your email address:

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

" name="url"/>

Delivered by FeedBurner

YouCMSAndBlog Module Generator Wizard Plugin

Home arrow Puasa Ramadhan arrow Jumatul wida di 10 haru Terakhir Ramadhan
Jumatul wida di 10 haru Terakhir Ramadhan PDF Print E-mail
Sekarang Puasa Ramadhan telah memasuki 10 hari terakhir dimana dalam 10 hari pertama ini Rasulullah begitu menekankan dalam beribadah, dimana beliau biasa beritikaf. dalam 10 hari terakhir Ramadhan ini juga terdapat hari jumaat terakhir, atau yang umum kita sebut sebagai “Jumatulwida.”  bagaimana sebenarnya keutamaan jumatul wida ini, apakah benar shalat 4 rakaat dalam jumat ini akan dapat menggantikan shalat-shalat kita di masalalu yang belum sempat kita kerjakan?
Sebagaian berpendapat bahwa menurut mereka, jika pada saat jumaatulwida’ (jum’ah terakhir) kita melakukan shalat empat rekaat  maka qadho umri akan terpenuhi, yakni shalat-shalat yang tertinggal menjadi terbayar sebagai  ganti  tiga dan empat rekaat  yang mereka lakukan. Dan seterusnya  tidak perlu lagi melakukan shalat. Shalat-shalat yang dahulu tidak dikerjakan  telah cukup.

Kemudian   pemikiran ini berkembang bahwa apabila Juma’ahtul-widha’  tiba, maka kita akan  shalat empat rekaat lalu akan libur  setahun penuh. Maka kalau sudah demikian siapa yang akan enggan  pergi ke mesjid  melakukan shalat lima waktu.

Sehingga dari pemikiran ini tidaklah heran jika kita lihat banyaknya yang datang shalat jumaat pada jumat terakhir bulan rasmadhan ini, lain dari jumat-jumat biasanya. Padahal kita tahu bahwa untuk shalat lima waktupun harus datang ke mesjid.

Tetapi jika saja niat mereka adalah demikian, yakni Jika hari  ini dari antara kita  yang pada umumnya  jarang datang ke mesjid, tidak menganggap begitu penting hari Jumaah,  lalu hari ini  mereka  datang ke mesjid  karena  Ramadhan telah menciptakan perubahan dalam diri mereka, timbul kesenangan dalam melaksanakan perintah-perintah Allah dan ibadat pada-Nya dan mereka berjanji bahwa  untuk yang akan datang kami  akan menjaga jumaah-jumaah kami dan untuk yang  akan datang kami akan menjalankan shalat jumaah dengan  disiplin; sebab terdapat perintah Allah yaitu :”Hai orang-orang yang beriman! apabila  pada suatu bagian hari Jumaah kamu diseru pada shalat,  maka bergegaslah berzikir pada Allah dan tinggalkanlah perniagaan. Ini adalah merupakan hal terbaik bagimu jika kamu mengetahui. Dan pabila shalat telah dilaksanakan maka bertebaranlah di bumi dan carilah dari antara karunia Tuhan dan ingatlah Allah sebanyak-banyaknya supaya kamu menjadi orang yang berjaya.”

Jika memang seperti ini situasinya,  maka orang seperti itu layak untuk mendapat ucapan selamat, bahwa Allah telah menganugerahkan taufik padanya untuk menciptakan perubahan di dalam dirinya. Semoga Allah menganugerahkan keteguhan padanya bahwa untuk yang akan datangpun seperti itu mereka akan menyambut perintah-perintah Allah, mengamalkannya dan dengan  penuh semangat seperti itu semoga mereka termasuk  orang-orang yang mengambil bagian  dalam semua perintah-perintah itu  dan kitapun menjadi orang-orang yang mengamalkan hadis-hadis itu.

Tertera dalam sebuah hadis  yang bersumber dari Hadhrat Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah saw bersabda: Untuk orang yang menghindar  dari dosa-dosa besar adalah menunaikan lima shalat, menunaikan shalat Jumaah dari satu jumaah sampai ke jumaah berikutnya dan dari satu ramadhan sampai ke  ramadhan berikutnya hal itu semua merupakan kaffarah/tebusan. (Sahih Muslim kitabul- thaharah)
_
 Sesuai dengan hadis ini Allah mengingatkan pada kita terkait dengan  penganugerahan   taufik. Dan dalam bulan Ramadhan ini  perubahan suci yang telah Dia ciptakan dalam diri kita, atas  hal itu maka kita   sambil memohon karunia-Nya kitapun seyogianya berupaya  untuk bekerja. Semoga Allah menegakkan kita pada hal itu dan mesjid-mesjid kita memberikan kesaksian akan hal itu bahwa kita memberikan perhatian kepada untuk dating meramaikan mesjid pada waktu shalat lima waktu, dan sebagaimana kita telah meramaikan mesjid-mesjid jangan dengan berlalunya Ramadhan, mesjid-mesjid itu menjadi kosong juga, bahkan kinipun seperti itulah ramainya sebagaimana itu ramai dalam bulan ramadhan.
 
Kemudian sesudah ramadhan setiap jumaah yang akan datang memberikan kesaksian perubahan suci yang telah kita ciptakan dalam diri kita,  dan di dalam ramahdan ini kita tambah lebih menjadikannya lebih cemerlang, kini  penzahiran keelokan itu  sedang nampak pada setiap jumaah. Dengan tekad bahwa kita bukanlah orang-orang  yang hanya datang untuk shalat qadha umri (shalat empat rekaat sebagai tebusan shalat yang tertinggal di masa yang lalu)  mereka nampak ke mesjid. Bahkan adalah sebagai orang-orang yang telah menciptakan perubahan-perubahan suci  di dalam diri mereka. Ya, kita akan senantiasa menantikan ramadhan, namun bukanlah dengan tujuan akan mendapatkan bahwa kami akan mendapat peluang untuk melaksanakan qadha umri, (penebusan meninggalkan shalat dengan empat rekat shalat) bahkan karena di dalamnya dibukakan pintu rahmat Allah dan syaithan diikat /dibelenggu. Akan tersedia  peluang yang lebih   banyak lagi  untuk meraih kedekatan dengan Tuhan.


Shalat empat Rakaat Pada Jumatul Widha

Berkaitan dengan shalat 4 rakaat pada jumatul wida ini Ada satu persoalan, bahwa di saat jumaatulwida orang-orang melaksanakan shalat empat rekaat dan mereka menamakannya qadha umri dan maksudnya adalah shalat-shalat yang tidak dapat dikerjakan di masa yang lalu itu dapat disempurnakan, apakah itu ada buktinya atau tidak ?

Mirza Ghulam Ahman mengatakan bahwa ini merupakan hal yang sia-sia, namun terkait masalah ini perbah di zaman khalifah Ali ada seorang yang tengah shalat pada saat  yang bukan pada waktunya, seorang berkata pada Khalifah Ali r.a bahwa Tuan ini adalah khalifah, kenapa Tuan tidak melarangnya ? Beliau bersabda bahwa jangan jangan saya termasuk dalam katagori ayat yang berbunyi
 أَرَأَيْتَ الَّذِي يَنْهَى(9)عَبْدًا إِذَا صَلَّى (Bagaimana pendapatmu mengenai orang yang melarang seorang hamba tatkala dia melakukan shalat (Al-alaq) . Nah, jika ada orang yang meninggalkan shalat dengan sengaja bahwa saya akan melaksanakan shalat qadha umri maka dia telah melakukan hal yang tidak benar dan jika dia karena rasa menyesal dia melakukan shalat untuk menjauhkan apa yang telah hilang  maka biarkanlah dia melaksanakan itu kenapa kamu melarangnnya akhirnya kan dia itu berdoa juga.Ya di dalam dirinya pasti terdapat tekad yang lemah. Waspadalah jangan sampai  dengan melarangnya kamupun termasuk dalam apa yang disebutkan  ayat itu. (Al-Hakam 24 April; 1901 fatwa-fatwa Hadhrat Massih Mauud a.s. hal 65)

Kemudian beliau mengatakan:

“Barangsiapa yang dengan sengaja sepanjang tahun meningggalkan shalat dengan niat  bahwa dia akan melaksanakannya pada hari  qadha umri maka dia berdosa, tetapi  barangsiapa karena malu /menyesal  dia bertaubah dan dengan niat bahwa  untuk yang akan datang saya/dia tidak akan meninggalkan shalat maka untuknya tidak apa-apa/boleh. Kami dalam perkara itu hanya akan memberikan jawaban seperti jawaban Imam Ali r.a. “(Al-Badar jilis 2 no. 15 tanggal  1 Mei 1903 hal 114)

kemudia beliau mengatakan bahwa Niat orang yang shalat seperti itu kita tidak mengatahui  bahwa dengan niat apa  dia melakukan  itu. Jika niatnya adalah  ingin menciptakan perubahan suci di dalam dirinya  dan sambil  bertaubah dia melakukan itu bahwa untuk yang akan datang saya tidak akan meninggalkan shalat dan saya akan melakukan itu dengan kesungguhan sepenuhnya dan shalat jumaah juga saya tidak akan tinggalkan, maka biarkanlah dia melakukan itu, tidak apa-apa. Dan jika niatnya melaksanakan untuk  qadhai umri/sekedar penebusan bahwa kali ini kita lakukan baru untuk yang akan datang kita akan lihat bagaimana nanti, maka ini jelas adalah salah dan dia adalah  orang yang berdosa.

Pentingnya Shalat Jumat

Berkenaan dengan wajibnya jumaah terdapat sejumlah hadis yangmenekanakan bahwa betapa pentingnnya jumaah itu ,tetapi tidak tertera seberapa pentingnnya jumaatulwida itu.

Abu Hurairah r.a. meriwayatkan Rasulullah saw bersabda:

 Dari antara hari-hari  yang terbaik dimana matahari terbit adalah hari jumah. Pada hari itu Adam diciptakan dan pada hari itulah dia dimasukkan ke dalam surga dan pada hari itu lah Adam turun dan di dalamnya terdapat saat  dimana apapun seorang muslim panjatkan kepada  Allah maka Allah akan  memberikannya. (Jami’ tirmidzi kitabul-jumuaah fissa’ati allati turja fi yaumil jumuati)

 Nah, perhatikanlah betapa banyak berkat-berkat jumaah. Satu, itu  dinyatakan sebagai hari yang terbaik. Kini, dari hari terbaik pada pandangan  Allah dan Rasulnya siapa yang tidak ingin  mengambil faedah, dan mengambil berkah-berkahnya. Disini jelas, sama sekali tidak terbukti bahwa hanya jumaatulwida merupakan  hari yang terbaik. Dengan mendapatkan hari itu kita harus lebih banyak seyogianya beribadah, seyogianya takut pada Allah, sebab  setelah  mengirim Adam  ke dunia  Dia memberitahukan  bahwa kini pekerjaan kalian adalah beribadah pada Allah dan menghindar dari serangan-serangan syaitan. Dari antara kalian barangsiapa  yang takut pada Saya,  menjadi orang-orang yang beribadat pada Saya, maka mereka akan disebut hamba-hamba Allah yang Rahman. Dan sebaliknya orang-orang yang berjalan bertentangan dengan ajaran Saya mereka akan menjadi hamba-hamba syaitan. Jadi Allah telah memberitahukan bahwa orang yang berjalan mengikuti  syaitan maka mereka akan saya penuhi dengan neraka. Tetapi rahmat Allah setiap saat  senantiasa bergejolak  untuk makhluknya.  Meskipun Allah berfirman  ini, tetapi Allah senantiasa mengajarkan kepada kita metode pengampunan (dosa-dosa) kita. Oleh karena itulah berfirman bahwa barangsiapa yang  mengamalkan perintahh-perintah Saya dan beriman pada   khatamulanbiya Rasulullah saw maka kabar suka /salam sejahtera bagi kalian bahwa untuk kalian Saya telah menetapkan suatu hari sedemikian rupa dan pada hari itu ada  suatu saat dimana di dalamnya apa saja yang kamu minta kepada Saya maka Saya akan kabulkan.

Di dalam hadis Rasululah saw bersabda:

Dari antara hari-harimu (satu)   adalah hari jumaah. Pada hari itulah Adam diciptakan, pada hari itulah dia diwafatkan, dan pada hari itulah akan terjadi peniupan sangkakala dan   pada hari itulah akan terjadi pingsan. Maka perbanyaklah olehmu pada hari itu mengirim selawat pada-Ku.”
اللهم صل على محمد و على ال محمد  وبارك وسلم انك حمبد مجيد- allahumma shalli ‘ala muhammadin wa aali muhammad wa baarik wa sallim innaka hamidun majiid   Dan selawat kamu akan disampaikan kepada saya. Perawi berkata, maka  sahabah bertanya, Ya Rasulullah ! pabila wujud Tuan telah lapuk maka pada waktu itu selawat kami bagaimana akan disampaikan. Beliau bersabda bahwa Allah telah mengharamkan wujud pada nabi dimakan  tanah. (sunan Abu daud abwaabul-jumaah)

Kemudian terkait dengan pentingnya hari jumaah tertera sebuah hadis dari Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah saw bersabda: APabila tiba hari jumaah maka di pintu setiap mesjid terdapat malaikat-malaikat. Dia menulis nama-nama orang -orang yang pertama-tama datang di mesjid dan seperti itulah dia terus menyiapkan daftar orang-orang permulaan datang sehingga imam duduk setelah menyampaikan khutbah,  maka dia menutup buku catatannya. (Sahih Muslim kitabul jumuaah)

Kemudian tertera sebuah hadis yang bersumber dari Al-Qamah bahwa Abdullah bin Mas’ud ra mengatakan bahwa saya telah mendengar Rasulullah saw bersabda:” Pada hari Qiamat orang-orang akan duduk di hadapan Tuhan sesuai dengan hisab datangnya pada hari jumaah, yakni pertama kedua dan ketiga, kemudian beliau bersabda, yang keempat dan yang keempat pun dari segi duduknya di  hadapan Tuhan/singgsana Ilahi tidaklah  jauh.” ( Ibnu majah kitab iqamatishalat bab maajaa- a- fi tajhiizi ilal jumaah.)

Bersumber dari Ibni Abbas bahwa Rasulullah saw bersabda:  Hari ini (jumaah) adalah Hari Raya yang Allah telah ciptakan untuk orang-orang Islam. Jadi, barangsiapa yang datang untuk menunaikan shalat Jumaah maka sayogianya (sebelumnya) dia mandi dan barangsiapa yang memiliki  minyak wangi/farfum maka gunakanlah wewanigan itu dan haruskanlah  diri kalian untuk bermiswak.” ( Sunan Ibnu majah kitab iqamatishalat wasunnah fiha bab maa fi zzinati yaumal jumuaah.)

 Nah, cermatilah dari semua hadis-hadis itu, dimanapun tidak terdapat kesan bahwa jika ingin meraih  sarana pengampunan maka lakukanlah jumatulwida. Bahkan setiap jumaah itu adalah penting, lazim dan wajib. Dan dalam pandangan orang-orang bahwa lakukanlah shalat yang sehari maka sudah cukup. Sejumlah orang  dua langkah lebih maju dari  orang-orang  yang melaksanakan jumaatulwida. Mereka pada jumaatulwida pun  tidak datang, mereka hanya datang pada hari hari Raya. Semoga Allah mengasihi mereka. Maka untuk mereka  hadis yang saya telah bacakan di dalam itu Dia memberiktahukan bahwa hari Jumaah pun  merupakan  hari Raya. Pabila hari- hari raya ini akan  menyatu, maka akan mendapatkan taufik pula untuk meraih keberkatan-keberkatan bulan Ramadhan. Dan kemudian dari hari raya yang datang setelah Ramadhan pun kalian akan mendapatkan karunia  dan kalian akan menciptakan sarana untuk terhindar dari dosa-dosa.

Kemudian berkenaan dengan yang mula pertama datang pada hari Jumaah dan  berkenaan dengan duduk di dekat  imam  tertera  sebuah hadis. Samurah  r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda: Senantiasa  datanglah untuk menunaikan shalat jumaah  dan selalulah duduk  dekat dengan imam dan seorang yang  terus menerus senantiasa tertinggal dibelakang  maka dia  tertinggal dari surga. Padahal dia adalah   dari antara orang-orang ahli surga. (Musnad Ahmad bin Hanbal jilid 5 hal 10 cetakan Bairut)

Maksud dari tertinggal di belakang adalah bahwa jika kamu meninggalkan jumaah maka kamu akan terus meninggalkan jumaah. Di dalam itu pun hal sebenarnya ialah yang memiliki  keinginan keras/rasa gelisah  untuk datang ke mesjid, terdapat keinginan yang kuat untuk mendengarkan wejangan  iman dan terdapat pula keinginan untuk mengamalkannya. Hal yang sebenarnya adalah bahwa  apa niatnya? Sejumlah orang pergi meninggalkan mesjid pada saat beberapa menit dia duduk di mesjid. Yakni, sebentar kita akan pergi, kita  akan pergi  dengan tenang. Imam sahib  sangat panjang menyampaikan khutbah. Cukup lama harus duduk disana, harus lama menunggu, siapa yang tahan  duduk sebegitu lama. APabila  tersisa lima  tujuh menit kita akan pergi . kita akan mendengarkan khutbah dua  empat menit lalu kita akan shalat dan  kembali ke rumah. Nah, pemikiran ini merupakan pemikiran yang sangat berbahaya. Sebab, perbedaan ganjaran orang –orang yang lebih dahulu pergi ke mesjid   dan terakhir datang ke mesjid  perbedaannya adalah sama antara unta dan  telur ayam atau di sejumlah tempat perbedaannya disebutkan  sama dengan sebiji  beras/ nasi. Tetapi siapapun yang menjadi imam maka mereka pun sesuai kondisi, sesuai musim, sesuai  waktu orang-orang, seyogianya memikirkan waktu khutbah.

Jangan meninggalkan jumat

Kini terkait dengan kepentingan jumaah dan tarbiatnya saya ingin menambahkan beberapa hadis-hadis. Tampa uzur jangan hendaknya jumaah ditinggalkan. Rasulullah saw bersabda:  Barangsiapa yang dengan sengaja meninggalkan jumaah selama tiga kali berturut –turut maka Allah akan mencap hatinya.” Tirmidzi Kitabuljumaah bab ma jaa a fii tarkil jumaah min gairi udzrin . Dan kemudian lama kelamaan sama sekali dia menjadi terus tertinggal di belakang. Disini terdapat peringatan yang sangat keras sekali.

Kemudian tertera sebuah riwayat yang bersumber dari Tariq bin Syahab bahwa Nabi saw bersabda:  Sedemikian rupa harusnya bagi setiap orang muslim melaksanakan shalat jumaah dengan berjamaah yang merupakan sebuah kewajiban kecuali empat orang. Yakni, sahaya, wanita anak-anak dan orang yang sakit. (Abu Daud Kitabushashalat babul jumaati lilmuluk)

Sejumlah orang menyangka bahwa pabila imam tengah menyampaikan khutbah maka tidak apa-apa berbicara. Sejumlah orang  pada saat khutbah dengan suara  melarang anak-anak mereka  untuk berbicara, khususnya  di kalangan perempuan atau ibu-ibu. Maka mereka seyogianya ingat bahwa pertama anak –anak yang memang masih kecil  susah  diatur  jangan dibawa ke mesjid dan dalam kondisi seperti itu tidak perlu pula  bahwa untuk perempuan seperti itu harus pergi ke mesjid. Nah, hadis yang saya baca ini di dalamnya  bagi anak anak seperti itu terdapat kelonggaran. Kepada anak-anak yang lain seyogianya mereka dibawa setelah memberikan pengertian pada mereka bahwa mesjid itu  ada   tatakeramanya. Jangan bicara , jangan ribut /teriak dll. Dan jika secara terus menerus diberikan pengertian maka lambat laun anak-anak akan mengerti. Jika tidak diberikan pengertian maka saya melihat  bahwa anak berumur delapan dan sepuluh tahun pun mereka diantara mereka akan berbicara  satu dengan yang lain saat khutbah disampaikan, satu dengan yang lain akan saling menggangggu, dan berbuat nakal. Nah anak-anak seperti itu seyogianya dengan teratur mereka diingatkan . Jika ingin menyuruh mendiamkan anak –anak yang duduk dan orang-orang lain maka seyogianya dilakukan dengan isyarah, yakni tegurlah  mereka  dengan isyarah.

Tertera dalam sebuah hadis bahwa bersumber dari abu Hurairah r.a. ,” Tatkala imam tengah menyampaikan khutbah pada hari jumaah maka jika kamu menyampaikan sesuatu kepada teman terdekatmu, diamlah maka perkataan kamu inipun merupakan pebuatan yang sia-sia. (Muslim Kitabul Jumaah)

Ayat yang ditilawatkan tadi dalam menafsirkannya Mirza Basyiruddin Mahmud Ahmad mengatakan:
“ Di dalam Islam untuk hari Jumaah  telah ditetapkan keistimewaan –keistimewaan ini bahwa pada hari itu ditetapkan hari libur, lebih banyak dilakukan ibadah,  dijadikan sebagai hari pertemuan umum, dilakukan mandi, dilakukan kebersihan, dilakukan pekerjaan menjenguk orang yang sakit, demikian pula dilakukan  tugas-tugas ummat , dilakukan perbaikan sosial kemasyaratan . Ya setelah melaksanakan shalat jumaah orang-orang diizinkan untuk melaksanakan kesibukan-kesibukannya, tetapi inilah   yang dinyatakan lebih tepat  bahwa sesudahnya pun orang-orang  sibuk dalam zikir Ilahi.

Jumat dan dikabulkannya doa-doa

Tertera dalam sebuah hadis yang bersumber dari Nu’man bin Basyir bahwa Rasulullah saw : Doa adalah ibadath. Kemudian beliau membaca ayat Al-Quran ini ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ                                     
Yakni tuhan kamu berfirman yakni mintalah pada-Ku saya akan kabulkan. Mereka orang yang tidak beibadat pada Saya  maka akibat ketakabburan mereka, mereka  akan masuk neraka dalam keadaan hina.” Sunan Tirmidzi abwabuddakwaat

Betapa merupakan kedudukan menakutkan  bahwa sementara Allah memfirmankan, Saya senantiasa menunggu, siap mengabulkan harapan-harapan dan doa-doamu, namun kamu tetap tidak memohon. Dan meskipun  Saya mendorong  kalian  bahwa pada hari jumaah ada juga tiba suatu  saat dimana   semua doa-doa akan dikabulkan, namun sebagaimana perhatian kalian seyogianya tercipta, perhatian itu  tidak tengah terjadi. Semoga Allah menganugerahi kepada kita saat pengabulan itu dan menganugerahkan juga  taufik  berdoa.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah saw bersabda tidak ada sesuatu yang lebih mulia  di sisi Tuhan lebih dari doa”.  
    
Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah saw bersabda : Barangsiapa yang tidak memohon pada Tuhan maka Allah akan murka  padanya.”  Tirmidzi Kitabuddakwaat

Diriwayatkan dari Anas  r.a. bahwa Rasulullah saw bersabda : Setiap diantara kalian seyogianya memohon segala apa yang dia inginkan   dari Tuhannya, sehingga jika tali sepatunya putus sekalipun maka seyogianya dia memohon pada-Nya. Tirmidzi Kitabuddakwaat

Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah saw bersabda : Saya senantiasa berada di dekat hamba Saya, dimanapun dia mengingat Saya  atau  mulutnya bergerak untuk menyebut Saya. (Bukhari kitabuttauhid)  
Diriwayatkan dari umar  r.a. bahwa Rasulullah saw bersabda : Diantara kalian barangsiapa yang pintu doa dibukakan untuknya maka pintu rahmat dibukakan untuknya. Dan pada pandangan Tuhan doa yang paling dicintai adalah memohon kesehatan  pada-Nya (Tirmidzi Kitabuddakwaat)

Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah saw bersabda : Manusia paling dekat pada Tuhan-Nya  ialah pada saat tatkala dia baerada dalam sujud, karena itu perbanyaklah doa dalam sujud.” (Muslim kitabushalat ma yaqulu firrukui wassujud.)

Abu Saiid ra meriwayatkan bahwa Rasululah saw bersabda: “Kapan saja seorang muslim berdoa  yang dimana di dalamnya tidak ada unsur dosa atau unsur pemutusan tali kekerabatan maka Allah dari antara yang tiga hal, satu pasti Dia akan anugerahkan padanya. Apakah tiga hal itu ? Atau doanya cepat didengarkan. Atau pada hari akherat untuk faedah baginya akan dikumpulkan  sebagai  sarana pengampunan. Atau Allah sebanyak itu keburukannya akan Dia jauhkan. Dan jika dalam corak itu tidak juga sempurna maka niscaya ada saja keburukannya yang dijauhkan.Maka para sahabah berkata kalau begitu kami akan banyak memanjatkan doa. Rasulullah saw bersabda bahwa Allah juga Mahakuasa  untuk memberikannya lebih banyak dari itu.” (Sunan Ahmad bin Hanbval bqi mutaktsyirin)

Nah, perhatikanlah betapa Rasulullah saw berupaya menarik perhatian kita kepada doa. Dari antara kita setiap kita mempunyai kewajiban bahwa dalam bulan Ramadhan yang tersisa ini berdoalah untuk diri sendiri, untuk anak istri kita, untuk keluarga kita. APabila  manusia berdoa untuk orang lain maka para malaikat terus berdoa untuknya.

Mirza Ghulam Ahmad mengatakan bahwa:….barangsiapa yang tidak menghadapkan wajahnya kepada Allah swt dengan doa (tidak pernah berdoa) dia senantiasa akan tetap buta  dan mati dalam kebutaan …. Barangsiapa yang berdoa dengan  ruh ketulusan maka tidak mungkin dia tidak berhasil secara hakiki. Bahkan kesejahteraan yang hanya dengan harta tidak dapat diraih dan tidak dengan pemerintahan dan tidak dengan kesehatan, bahkan berada di tangan Tuhan  yang dengan cara mana Dia ingin berikan Dia dapat menganugerahkan. Ya,  dianugerahkan dengan doa-doa yang sempurna. Jika Tuhan menghendaki maka seorang mukhlis yang tulus  persis pada saat  musibah melanda, sesudah  doa dia meraih kelezatan yang tidak dapat diraih oleh seorang raja yang berada diatas tahtanya. Inilah yang dimaksud dengan kesuksesan  yang akhirnya  diraih oleh orang-orang yang berdoa. (Ayyamushulah  hal 7-8)  

Kemudian beliau mengatakan: “Doa memiliki suatu jalinan dengan pengabulan. Apakah itu kami dapat menanamkan atau tidak dapat menanamkan secara selayaknya dalam hati orang lain, tetapi  berjuta-juta pengalaman para pilihan Tuhan dan pengalaman kami sendiri telah menunjukkan kepada kami hakekat yang terselubung itu bahwa doa yang kita panjatkan itu memiliki kekuatan daya tarik magnit dan dapat menarik karunia dan rahmat Tuhan. (Ayyamushulah , Ruhani hazain jilid 14 hal . 240-241)

 Beliau menambahkan: “Perlu diingat bahwa doa yang telah diwajibkan atas orang-orang Islam oleh kitab suci Allah taala memiliki  empat sebab kenapa itu  diwajibkan: Pertama, adalah supaya pada setiap saat dan dalam setiap kondisi setelah  (perhatian) mereka kembali pada Tuhan, mereka meraih keteguhan pada  tauhid Ilahi, sebab  memohon pada Allah merupakan sebuah pernyataan bahwa hanya Allah-lah yang memberikan hasil semua tujuan /maksud. Kedua, supaya iman mereka menjadi kokoh pada saat  doa-doa itu terkabul dan maksud-maksud mereka tercapai. Ketiga,jika dalam corak lain  anugerah Ilahi itu ada, maka ilmu dan hikmah menjadi  bertambah (Yakni tambah lebih banyak perhatian untuk meraih ilmu dan hikmah dan untuk meraih makrifat Ilahi). Keempat, jika pengabulan doa itu dijanjikan melalui ilham dan ru’ya lalu seperti itu juga sempurnannya maka makrifat Ilahi itu semakin bertambah,Dari makrifat itu akan tumbuh keyakinan dan dari keyakinan tumbuh kecintaan, dan dari kecintaan  manusia akan meraih karunia pemutusan hubungan dengan segenap  dosa dan dengan segenap selain Allah  yang merupakan buah keselamatan hakiki.  (ayyaamushulah hal. 12-13)

Beliau Mengatakan lagi, ´ Saya menyatakan dengan sebenarnya, bahwa jika jeritan kita sedemikian rupa  sendunya/ memelasnya di hadapan Tuhan, maka hal itu akan menimbulkan gejolak dalam  rahmat dan karunia-Nya  yang kemudian akan  menariknya. Dan saya mengatakan atas dasar pengalaman saya, bahwa karunia dan rahmat Tuhan yang datang dalam bentuk  pengabulan doa, saya merasakan itu terseret / terserap ke arah saya, bahkan saya berani mengatakan bahwa saya melihatnya.  

 “Setiap orang yang kini mendengar ingatlah bahwa senjata kamu adalah doa, karena itu senantiasa sibuklah dalam doa. Ingatlah bahwa maksiat dan kefasikan  nasehat dan alasan lain tidak dapat menjauhkannya .Untuk itu hanya satu jalan yaitu doa. Inilah yang Tuhan firmankan pada kita. Pada zaman ini terfikir ke arah kebaikan dan meninggalkan keburukan bukanlah merupakan masalah  kecil. Ini menginginkan sebuah revolusi  dan revolusi ini berada di tangan Tuhan. Dan ini akan  terjadi dengan doa-doa. bangunlah tengah malam  menangislah sambil berdoa janji-Nya adalah . ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ     (serulah Aku Saya akan menjawab seruanmu)

“Doa yang timbul  sesudah (mencapai) makrifat dan dengan perantaraan karunia Ilahi, memiliki  nuansa dan kondisi  yang lain. Itu merupakan sebuah  benda   yang  melenyapkan, suatu  api yang membakar,  sebuah magnit yang menarik rahmat Tuhan,   sebuah kematian yang pada akhirnya akan menghidupkan,  sebuah banjir dahsyat yang pada akhirnya  menjadi sebuah bahtera, segenap  perkara yang tak pernah beres menjadi terpecahkan karenanya, dan segenap racun  pada akhirnya menjadi obat penawar karenanya.

Salam sejahtera  bagi  tahanan yang berdoa tampa mengenal  lelah, sebab pada suatu saat  akhirnya dia akan meraih  kebebasan. Salam sejahtera  bagi sang tunanetra  yang tidak malas dalam memanjatkan doa-doa, sebab  pada suatu saat  dia akan dapat melihat. Salam sejahtera  bagi  yang  berada di dalam kubur-kubur  yang memohon dengan doa-doa pertolongan Tuhan, sebab pada  suatu saat mereka akan dikeluarkan dari kuburan-kuburan itu.

Salam sejahtera  padamu  yang tidak pernah lelah dalam memanjatkan doa dan ruhmu  mencair dalam  doa, dan matamu mencucurkan air mata dan di dalam relung dadamu menciptakan sebuah api dan untuk meraih rasa kebahagiaan kesendirian, itu (doa) membawa kamu pada kamar yang gelap  dan hutan-hutan yang  sunyi sepi dan menjadikan kamu resah, gila serta tidak sadarkan diri. Sebab, pada akhirnya  akan dibukakan pintu  karunia-Nya padamu. Dia Tuhan yang ke arah-Nya  kami menyeru kalian adalah Yang Maha mulia, Maha penyayang ,Pemalu, jujur, setia dan Maha  pengasih pada orang-orang yang lemah. Maka,  kamupun jadilah orang yang setia dan berdoalah dengan penuh ketulusan supaya Dia akan mengasihanimu. Berpisahlah kamu dari keramaian dunia/orang-orang dan keributannya. Janganlah mewarnai agama dengan warna hawa nafsu,  Pikullah beban demi untuk Tuhan dan terimalah kekalahan supaya kamu menjadi waris kemenangan-kemenangan yang besar. Tuhan memperlihatkan mukjizat-Nya kepada orang-orang yang berdoa dan kepada orang yang memohon akan dianugerahi nikmat yang luar biasa. Doa  datang dari Allah dan kembali  kepada Allah. Dengan doa Tuhan sedemikian rupa  menjadi dekat sebagaimana jiwamu menjadi dekat denganmu. Nikmat pertama doa ialah terlahir perubahan suci di dalam diri manusia. Kemudian Tuhan pun dengan perubahan itu   menciptakan perubahan dalam sifat-sifat-Nya. Dan sifat-sifat-Nya  tidaklah  berubah-ubah, namun untuk yang telah menciptakan perubahan dalam dirinya  Dia memiliki manifestasi/penampakan  yang terpisah yang dunia tidak dapat mengetahuinya seolah-olah Dia merupakan  Tuhan yang lain, padahal tidak ada Tuhan yang lain, tetapi manifestasi yang baru menzahirkan-Nya dalam nuansa yang baru. Baru dalam keagungan menifestasi yang khas  Dia bekerja untuk yang telah berubah itu  yang Dia tidak lakukan untuk orang  lain. Inilah dia mu’jizah- mu’jizah itu.

Walhasil, doa merupakan sebuah obat penawar yang menciptakan segenggam tanah  menjadi barang tak ternilai  harganya   dan itu merupakan   air yang membersihkan kekotoran-kekotoran yang ada di dalam batin manusia. Dengan doa itu ruh mencair dan mengalir bagaikan air lalu jatuh diatas singgasana Tuhan yang Maha Esa. (Ruhani
khazain Pidati Sialkot jilid no. 2 hal 222 –223 )

Oleh karena itu, marilah kita semua anak-anak kita, para pemuda kita, para orang tua kita, para wanita kita dan laki-laki kita hari  ini kita memohon dengan khusyuk berdoa di hadapan Tuhan dan di hari-hari yang tersisa dalam bulan Ramadhan apa-apa kekurangan itu  kita dapat sempurnakan.  Kita menghidupkan malam-malam kita dengan beribadah pada-Nya. Kita melewati  hari-hari kita dengan zikir Ilahi. Dan kita meminta  belas kasih sayang-Nya. Semoga Allah memaafkan kekurangan - kekurangan dan kelemahan-kelemahan kita, memutupi aib-aib kita , melimpahkan kasih sayang dan kemuliaan-Nya pada kita. Dan karunia-karunia yang mengalir pada kami dalam bulan Ramadhan ini  jadikanlah itu berkesinabungan. Ya Allah ! kami  dengan mengedepankan  firman Engkau ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ  -(mohonlah pada-Ku Saya akan mengabulkan permohonanmu ) kami memohon pada-Mu. Semoga Allah mengabulkan semua doa-doa kita.
 
Sumber: Khutbah Jumat Mirza Masroor Ahmad Tanggal 21 November 2003.
Comments
Add New Search RSS
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch::(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s:!::?::idea::arrow:
 

3.20 Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 
Next >
Apakah Islam itu? Islam adalah api yang menyala,yang membakar kehidupan rendah kita dan menghapuskan berhala-berhala palsu kita,lalu mempersembahkan pengorbanan jiwa kita, harta kita dan kehormatan kita dihadapan Sang Sembahan Yang Maha Benar dan Maha Suci.
ALQURAN Digital
Alquran Diqital
Who's Online
ask islam
jihad islam
The Persecution of Ahmadiyya Muslim
muslim television
Latest Comments

Powered by Mambo and template designed by Lavinia  Template Valid w3c XHTML 1.0