Islam-Today.Net

Islam today! Kumpulan artikel Islam


 
Main Menu
Home
DAFTAR ISI
Artikel Islami
Ask Islam
Seputar Islam
Alquran
Nabi Muhammad
JIHAD
MASALAH AGAMA
IBADAH Islam
HAKIKAT DOA
Hakikat DOSA
SHALAT
Puasa Ramadhan
LINKS
Menu Lain
DOWNLOAD
Submit Link
BUKU TAMU
Forum Diskusi
Contact Us
Search


ShoutMix chat widget

Enter your email address:

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

" name="url"/>

Delivered by FeedBurner

YouCMSAndBlog Module Generator Wizard Plugin

Home arrow Puasa Ramadhan arrow Puasa Ramadhan dan Pengabulan Doa
Puasa Ramadhan dan Pengabulan Doa PDF Print E-mail

masjid

Bulan suci ramadhan adalah bulan diampuni segala dosa-dosa kita, dan dikabulkan segala permintaan kita, apa kaitan bulan suci ramadhan dengan pengabulan doa? kedua hal itu merupakan dua hal yang tak terpisahkan. Doa itu adalah penawar  yang menjadikan segenggam tanah menjadi  barang yang tidak ternilai harganya  dan  merupakan  air yang menbersihkan kekotoran-kekotoran yang ada di  dalam diri manusia. Dengan doa  ruh menjadi mencair  dan seperti air mengalir  lalu jatuh di atas singgasana Ilahi . Di hadapan Tuhan ia berdiri,  rukuk   dan  bersujud juga.   Bayangannya itulah shalat yang diajarkan oleh Islam". (Ruhani Hazain Pidato Sialkot jilid  20 hal 222–228)

Begitu mulai bulan suci Ramadhan  segera timbul dalam pikiran kita bahwa oleh sebab  ini merupakan bulan yang penuh berkah  dan di dalamnya doa-doa dikabulkan, maka  pada umumnya  banyak orang-orang   yang  pergi menuju  ke mesjid-mesjid. Jumlah yang hadir  di mesjid-mesjid  pun menjadi bertambah. Jumlah yang menghadiri shalat subuh menjadi lebih banyak dibandingkan dengan hari-hari  lainnya, seberapa banyak pada shalat magrib dan Isya yang pada umumnya  pada hari-hari biasa. Di kota-kota dan Negara-negara lain di dunia pun diterima informasi seperti ini bahwa- masyaallah- mesjid-mesjid dengan karunia Allah  nampak sangat ramai. Hati merasa gembira   bahwa kini terfikir oleh orang-orang meninggalkan kesibukan-kesibukan dunia,  meninggalkan tempat tidur yang menyenangkan,  bangun waktu subuh,menunaikan shalat tahajjud, menunaikan puasa dan kemudian datang untuk menunaikan salat di mesjid, melaksanakan ibadah kepada Tuhan yang Esa dan  menaruh perhatian untuk memohon  ampun supaya   kealfaan-kealfaan, kekurangan-kekurangan  dan dosa-dosa mereka dimaafkan. Timbulnya  perhatian pada  bulan Ramadhan adalah  karena  Allah  seraya  mencurahkan karunia-Nya Dia  membuka pintu –pintu ampunan-Nya. Setiap orang menghendaki untuk mengambil faedah dari itu. Rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa yang karena tuntutan  iman dan dengan niat  untuk mendapatkan ganjaran  bangun tengah malam untuk menunaikan shalat  maka Dia mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu  ".(Bukhari Kitabushaum fadhlu man qaama ramadhaan)


Oleh  sebab  itu  manusia merupakan himpunan dari segenap kealfaan-kealfaan,di siang hari pun setiap harinya manusia terjebak dalam  kekeliruan-kekeliruan dan  banyak dosa-dosa. Maka timbul keinginan di dalam diri  setiap orang   untuk mengambil faedah dari peluang  yang Allah berikan, memohon kepada Allah supaya dosa-dosanya dimaafkan.   

Tetapi ingatlah matan hadis : " Sambil memenuhi tuntutan iman dia  menunaikan shalat " . Kini perhatikanlah, apa tuntutan iman itu. Apa yang iman tuntut dari kita, apakah jika selama sebelas bulan tidak ada perhatian kepada ibadah, tidak ada perhatian kepada shalat, tidak ada perhatian  kepada  penunaian hak-hak hamba-hamba Allah lalu  pada bulan yang kedua belas mulai ada perhatian terhadap ibadah pada Allah supaya dosa-dosa yang lalu dimaafkan? Tidak, tuntutan iman adalah bahwa janji yang saudara-saudara  telah ikat dengan Allah, yang telah saudara-saudara ikat dengan Rasul-Nya, itu dia  penuhi. Perubahan-perubahan yang telah dia ciptakan satu bulan Ramadhan akan menjadikan perubahan-perubahan itu  sebagai bagian dari kehidupannya; mengamalkan perintah-perintah Allah dan Rasul-Nya  dan juga menetapkan tekad  dan janji yang kuat  bahwa keburukan-keburukan itu kini kami tidak akan  biarkan hidup di dalam diri kami. Maka baru kemudian pandangan curahan kasih sayang Allah  akan menerpanya dan dosa-dosa yang telah lalu akan dimaafkan.

Allah taala berfirman:

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ

Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka  bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan doa-doa  orang yang berdo`a apabila mereka  memohon kepada-Ku. Maka hendaknya mereka  mengucapkan labbaik /menyambut  segala perintah- Ku dan hendaknya mereka beriman kepada-Ku, agar mereka mendapat petunjuk. Al-Baqarah 187

ayat diatas berkaitan dengan perintah-perintah  Ramadhan dan puasa, di dalam Al-Quran telah diletakkan di tengah-tengah ayat-ayat ini. Dari itu dapat diketahui bahwa Allah pada hari-hari itu  ingin mencurahkan kasih sayang-Nya pada hamba-hamba-Nya; Dia ingin mengembalikan orang-orang yang tersesat tidak tentu arah; Dia ingin meninggikan standar ibadah-ibadah mereka supaya senantiasa lahir di dunia hamba-hamba-Nya yang benar. Di dalam itu  yang Allah firmankan  adalah bahwa apabila hamba-hamba-Ku ingin bertanya tentang Aku - Disini maksud hamba-hamba-Ku adalah "para pecinta Allah", orang-orang yang fana /mabuk kepada Allah. Kini perhatikanlah siapa Pecinta itu. Pecinta sejati  adalah seorang yang  menerima segenap  perkataan kekasihnya.

Di dalam kekasih-kekasih duniawi  terdapat segala macam hal-hal yang baik dan buruk. Zat Allah adalah merupakan suatu wujud yang di dalamnya  kecuali keuntungan tidak ada lagi yang lainnya, hanya keuntungan dan keuntungan semata yang didapat. Hanya faedah dan faedah semata. Dia  merupakan sumber  segenap kebaikan, menghindari dari segenap keburukan dan memberikan keselamatan dari segenap kesusahan. Dia berfirman," Mintalah kepada-Ku Aku akan menjawab doa-doa kalian". Kini, seorang kekasih sejati apa yang dia akan  minta. Seorang kekasih sejati  akan meminta kedekatan dengan kekasihnya. Dan manakala  kedekatan telah diraih  dan timbul keyakinan diantara satu dengan yang lain, maka satu dengan yang lain akan senantiasa dalam upaya untuk mendatangkan faedah kepada satu dengan yang lainnya. Disini pun ternyata  hanya sepihak bahwa apabila ingin  meraih kedekatan Allah   maka  faedah pun hanya kepada kita  semata  dan kemudian ini tidak hanya sampai masalah pada mengambil  faedah semata tetapi  apabila saudara-saudara  meraih  kedekatan-Nya  maka saudara-saudara   harus memberikan pengurbanan-pengurbanan dan hares  siap untuk itu.

Selanjutnya Allah dengan jelas berfirman,"Siapakah hamba-hamab-Ku  yang Ku-kabulkan doa-doanya. Berfirman ," Dia yang merupakan   hamba-hamba-Ku dan orang yang mencintai-Ku serta  orang   yang mengucapkan labbaik pada seruan –Ku. Nah, hal-hal  apa saja yang Allah firmankan  yang   atas hal itu  kita harus ucapkan labbaik/kita harus sambut. Perkara-perkara itu adalah menunaikan hak-hak Allah (kewajiban-kewajiban kepada Allah) dan menunaikan  hak-hak hamba-hamba atau kewajiban-kewajiban kepada hamba-hamba-Nya serta  melaksanakan ibadah pada-Nya dengan penuh  istiqamah; menahan diri dari apa yang dilarang-Nya dan menunaikan hal-hal  yang diperintahkan untuk mengamalkannya.

Kemudian Allah taala berfirman:, "Berimanlah pada-Ku  supaya   mendapat petunjuk". Kini, iman yang sempurna pun diperlukan kettaatan  sejati kepada Allah dan Rasul-Nya. Kemudian terdapat  juga perintah Allah  bahwa iman dan amal saleh itu adalah  merupakan sesuatu    yang berjalan sejajar  atau paralel. Oleh karena itu apa yang tertulis di dalam ayat "mereka menyambut seruan-Ku" artinya adalah, mereka melakukan amal saleh,melakukan amal-amal baik,tegak dalam kebaikan-kebaikan dan  sambil menjalankan ibadah mereka meminta  doa-doa pada-Nya. Oleh karena itu  Allah berfirman: Aku  adalah dekat dengan kalian. Kemudian berfirman: Kemudian Aku akan menjadi sahabat kalian. Sesuai dengan firman-Nya: اللَّهُ وَلِيُّ الَّذِينَ ءَامَنُوا Allah Pelindung orang-orang yang beriman.  (Al-Baqarah 258) Persahabatan Tuhan dan iman pada-Nya akan menganugerahkan kedekatan dengan-Nya  kemudian akan terus  menganugerahkan kedekatan. Di dalamnya kemajuan demi kemajuan akan terus diraih. Kedekatan ini bukanlah merupakan kedekatan yang statis, terhenti disatu tempat. (Bahkan)  Dia juga akan mendengarkan  doa-doa yang merupakan kelanjutan dari tingkatan seterusnya.

Tetapi Qurub  (kedekatan) Ilahi dan  kedekatan-Nya serta  pengabulan doa-doa itu adalah terjadi dengan  beberapa persyaratan. Pertama adalah  manakala seorang hamba akan senantiasa tetap menjadi hamba-Nya, murni menjadi milik-Nya, akan menunaikan ibadah dengan ikhlas demi untuk-Nya dan  meyakini-Nya sebagai  sumber segenap kekuatan-kekuatan. Kemudian,  kapan saja memohon   maka harus memohon  pada-Nya. Tidak  sampai membuat tuhan-tuhan  kecil di dalam hatinya. Yakni, bukannya hanya karena medndsapatkan keuntungan sedikit banyak dari seseornag maka lantas dia memuji-meji secara berlebihan. Sebagaian orang mendapat manfaat dari atasan maka  untuk menyenangkannya atau untuk menyenangkan anak-anak atasannya  terkadang sampai shalat pun dia sia-siakan  dan  mulai sibuk dalam tugas-tugas  atasan  itu. Jadi perkara-perkara ini adalah penting bahwa untuk meraih kedekatan,yaitu kapan saja saudara-saudara  mulai mengerjakan suatu pekerjaan ataukah  tengah melakukan urusan  dunia  maka urusan dunia saudara-saudara ini jangan menjadi penghambat dalam ibadah-ibadah  saudara-saudara. Jangan kesibukan-kesibukan bisnis saudara-saudara membuat  saudara-saudara lalai dari  beribadah pada Allah.
    
Kemudian syarat selanjutnya adalah  keharusan mentaati Rasul, mentaati  perintah-perintah yang dia berikan, mentaati  anjuran-anjuran yang beliau sabdakan, menjalankan seperti apa yang beliau  nasehatkan pada  kita, seperti apa  yang beliau  harapkan  dari  kita, seperti itulah kita  harus lakukan.

Doa

Kemudian kita  juga harus yakin  dan  seorang mu'min juga harus senantiasa yakin  bahwa Allah mendengar doa-doa dan mempunyai kekuatan untuk mendengar. Dan jika di dalam semangat-semangatnya   dan  di dalam doa-doanya kendati adanya  upaya-upaya  keras  doa tidak terkabul  maka  kalau begitu  pasti  ada kekurangan dalam  cara  memanjatkan doa  atau kelemahan-kelemahan kita yang lain dan  tidak menunaikan  hak-hak /kewajiban-kewajiban kita sebagai hamba yang  menjadi penghalang pengabulanya; akibat tidak menunaikan hak-hak kewajiban, akibat tidak menunaikan hak-hak kewajiban terhadap orang lain,akibat menganiaya orang lain sehingga hambatan-hambatan itu terjadi. Atau di sisi  Allah pekerjaan itu  atau  maksud untuk mana  kita tengah memanjatkan doa  tidak berfaedah untuk kita.  Jadi Allah terkadang  Dia sendiri yang memberikan keputusan. Atau  jika itu berkaitan dengan urusan dua orang maka Allah lebih  mengetahui siapa orang yang lebih berhak,  karena itu orang  yang lebih berhak  yang mendapatkan  haknya. Tetapi doa yang dipanjatkan dengan niat yang baik dan dengan cara yang tulus,  Allah tidak akan pernah sia-siakan. Itu pada suatu saat nanti akan berguna,baik di dunia ataupun  di akherat kelak.

Oleh karena itu jangan hendaknya  lelah dalam memanjatkan doa-doa. Pertolongan Allah itu dapat diraih  adalah dengan sabar dan doa. Jadi  hendaknya senantiasa berpegang teguh pada  kesabaran dan seyogianya  harus terus menerus memanjatkan doa kepada Allah.

Tertera dalam sebuah hadis bahwa Rasulullah saw bersabda: “Allah mendengar doa-doa orang-orang  yang tidak memperlihatkan ketidak sabaran”  jadi bukannnya kita mengatakan  bahwa saya telah banyak memanjatkan doa-doa  tetapi Allah sama sekali tidak mendengar doa-doa saya. Ini adalah  kekufuran yang  merupakan perkara-perkara  yang menjauhkan manusia dari iman. Seorang mu'min hendaknya menghindar dari hal-hal itu.

Perkara dikabulkan tidaknya doa kita oleh Allah taala tak ubahnya seperti  persahabatan akrab antara dua insan, terkadang seorang kawan  mengiyakan  kata-kata kawannya  dan terkadang   menyuruh mengiyakan  kata-katanya kepada  kawannya. Seperti itulah Allah berlaku terhadap  hamba-hamba-Nya. Tetapi  kendati secara  zahirnya Allah menolak doa-doa hambanya yang  mu'min, inipun pada dasarnya Dia tengah melakukan sesuatu  untuk faedah  hamba-Nya itu.

Ayat diatas menunjukkan bahwa apabila ada orang yang berdoa, menyeru kepada-Ku  maka Aku  mendengarnya dan dengan ilham –Ku Aku memberikan habar gembira  kepadanya. Manakala  Allah  mendengar maka Dia  juga memberikan jawaban, tidak hanya memberikan keyakinan akan keberadaan-Nya  bahkan Dia juga memberikan keyakinan   bahwa Dia  memiliki  segenap kekuasaan" Tetapi"  syaratnya" hendaknya orang-orang  menciptakan kondisi ketakwaan dan rasa takut pada-Ku sedemikian rupa sehingga Aku mendengarkan suaranya" . Kini rasa takut pada Tuhan dan kondisi ketakwaan ini  dapat memperdengarkan suara itu kepada-Nya. " Dan hendaknya mereka beriman kepada-Ku dan sebelum mereka meraih  makrifat yang sempurna  mereka harus mengikrarkan  bahwa Tuhan adalah ada  dan memiliki segenap kekuatan dan kekuasaan-kekuasaan. Sebab barangsiapa yang beriman dialah yang dianugarahi irfan".

Jadi, jika  rasa ketakwaan,  rasa takut pada Tuhan ada  dan   hak-hak hamba-hamba-Nya pun tengah dipenuhi maka Allah berfirman: Aku akan mendengarkan permohonan  kalian. Kemudian,  iman pun harus  ada. Kepada-Ku iman dan keyakinan hendaknya ada  bahwa Tuhan itu ada  dan keyakinan pada Zat  Tuhan  hendaknya ada sebelumnya di dalam hati.  Dengan makrifat  sempurna, yakni menyelami  ke kedalaman  lalu ada keyakinan bahwa Tuhan itu ada sebelum adanya pengenalan  pada  segenap sifat Tuhan dengan  pengalaman.

Apabila dengan keyakinan itu kita berdoa kepada Tuhan  maka pasti Tuhan akan mendengarnya. Namun bukanlah  hanya dengan sekedar  ucapan bahwa kami  yakin sepenuhnya pada zat Allah dan beriman pada-Nya,  tetapi perintah-perintah-Nya   lalu tidak diamalkan;shalat-shalat  bertahun –tahun  hanya dalam bulan Ramadhan  ada  upaya untuk dilaksanakan atau dilakukan.  

Meminta doa kepada para wali

Jadi Ramadhan ini kembali memberikan peluang kepada kita bahwa kita harus tunduk di hadapan Tuhan sebagaimana selayaknya kita  harus tunduk/setia pada-Nya. Kita harus beribadah pada-Nya sebagaimana seharusnya  kita harus  melakukan ibadah pada-Nya,maka Allah pasti akan menjawab doa-doa kita. Dan kita berjanji bahwa untuk masa yang akan datang kita senantiasa akan  lebih menghidupkan/ meningkatkan ibadah-ibadah kita. Oleh karena itu kembali saya tegaskan  bahwa hidupkanlah ibadah-ibadah saudara-saudara. Daripada  pergi  untuk memohon doa-doa  pada orang lain Berupayalah sendiri untuk meraih  pengalaman  kekuasaan-kekuasaan zat Allah. "Jadilah kalian   wali,tetapi janganlah kalian  menjadi penyembah  wali ".

banyak terdapat di dalam umat islam bahwa sedemikian rupa mereka meminta doa kepada orang-orang yang dianggap suci atau para wali, bentuk-bentuk jampi, jimat dan lain sebagainya, semua hal itu merupakan hal yang sia-sia  dan tidak berguna. Padahal Allah berfirman bahwa jika kalian dikatakan sebagai seorang mu'min maka sembahlah Aku, sedangkan saudara-saudara mengatakan bahwa doa wali/sesepuh cukup  untuk kami. Semua ini merupakan  khayalan-khayalan syaithan, karenanya hindarilah itu. Penyakit ini, khususnya, sangat banyak di  kalangan perempuan.   Di mana-mana di Negara kita di Asia lebih banyak  seperti itu atau dimana-mana pun orang-orang Asia lebih banyak yang berkumpul  maka disanapun terkadang terdapat juga seperti itu.

Allah jelas mengajarklan doa-doa kepada kita  bahwa setiap orang berdoalah dalam ruang lingkupnya masing-masing   bahwa, jadikanlah kami sebagai imam bagi orang yang bertakwa. Khalifah pun berdoa juga seperti ini  bahwa jadikanlah saya  imam bagi orang yang betakwa. Sementara   kalangan penyembah wali/orang suci ini mengatakan   bahwa  menurut  kami apa yang kami ingin kerjakan,  akibat doa-doa orang suci kami,  kami akan dimaafkan. Inna lillah. Ini jelas  lama kelamaan akan menjadi kasus  seperti halnya  orang-orang Kristen. Seperti inilah paradigma /pandangan  yang akan terjadi. Jadi ke arah itu kendati itu berada dalam lingkungan yang kecil  sekalipun perlu dilakukan perhatian yang serius. Mulai dari sekarang hal itu hendaknya ditekan.

Berkat doa

Jalan dekat   untuk meraih karunia  adalah  doa dan syarat-syarat utama  doa  adalah yang di dalamnya terdapat rasa khusyuk, resah   dan rasa syahdu/larut. Doa yang penuh dengan rasa rendah hati, rasa gelisah  dan penuh dengan rasa rindu itu akan menarik karunia Ilahi. Dan sesudah  diterimanya itu  akan menyampaikan  manusia kepada maksud yang sejati. Tetapi yang sulit adalah bahwa inipun tampa karunia Allah tidak akan mungkin dapat diraih dan kemudian  penawarnya adalah  senantiasalah berdoa kendati betapapun tidak rasa tertarik  dan tidak adanya rasa hobi, namun  janganlah  sampai kenyang. Lakukanlah terus menerus dengan memberatkan  diri dan dibuat-buat/berpura-pura. Untuk doa yang  hakiki dan asli pun   perlu   doa. Banyak orang-orang yang memanjatkan doa-doa  dan hatinya merasa  kenyang lalu tercetus ungkapan bahwa tidak ada  sesuatu yang diperoleh. Namun nasehat kami adalah  bahwa di dalam keteguhan atau terus menerus (memanjatkan doa) itulah terdapat keberkatan". Yakni di dalam upaya  sungguh-sungguh  itulah  terdapat keberkatan. Sebab akhirnya maksud yang inti atau sebenarnya   akan didapatkan  dari itu. Dan akan tiba suatu saat  dimana hatinya itu akan serasi  dengan lidahnya  dan kemudian rasa rendah hati dan khusyuk sendiri yang merupakan sisi-sisi penting  doa  akan tercipta. Seorang  yang bangun di tengah malam  kendati betapapun tidak ada rasa khuyuk dan tidak ada rasa keserasian /keikutsertaan dan adanya kondisi tidak sabar, namun jika dalam kondisi seperti itu pun dia berdoa, hai Allah ! bahwasanya kalbu hamba  berada di tangan Engkau dan kekuasaan Engkau, bersihkanlah itu  dan  jika dalam keadaan yang tidak tertarik itu  dia memohon kelapangan pada Allah,  maka dari dalam  rasa  tidak tertarik itu akan lahir  rasa khusyuk atau perhatian kepada Allah ". Yakni, kondisi kalbu  yang keras itu  akan cair dan mulai lahir perhatian ke arah doa. Dan "inilah merupakan waktu itu  yang disebut saat  pengabulan doa. Dia akan melihat  bahwa pada saat  itu ruh mengalir  di hadapan singgasana Ilahi,seolah-olah merupakan setetes air  yang  dari atas jatuh ke bawah". ( Al-Hakam nomor 31 tanggal 24 agustus 1903. hal 3)      

Doa yang timbul sesudah (mencapai) makrifat dan tercipta dengan perantaraan karunia Ilahi, memiliki nuansa  dan kondisi lain. Itu merupakan sebuah benda yang  dapat memfanakan /melenyapkan; itu merupakan api  yang dapat  melunakkan; itu  merupakan sebuah magnit yang menarik rahmat Tuhan; itu merupakan sebuah kematian yang pada akhirnya akan menghidupkan; merupakan sebuah banjir dahsyat yang  pada akhirnya akan menjadi sebuah bahtera". ( Yakni banjir itu justru yang menjadi bahtera yang dapat menyelamatkan) setiap  perkara yang tidak menentu terjadi dari itu; dan setiap racun  pada akhirnya menjadi obat penawar karenanya.

Salam sejahtera bagi tahanan yang berdoa tanpa mengenal lelah, sebab pada suatu saat  akhirnya dia akan meraih kebebasan. Salam sejahtera bagi para  tunanetra yang tidak malas dalam memanjatkan doa-doa, sebab pada suatu saat dia akan mulai dapat melihat. Salam sejahtera bagi yang berada di dalam kubur-kubur yang berbaring  sambil memohon pertolongan Tuhan dengan doa-doa, sebab pada suatu saat mereka akan dikeluarkan dari kuburan-kuburan itu.

Salam sejahtera bagi mereka yang tidak pernah lelah dalam memanjatkan doa dan ruh kalian/mereka  mencair untuk  berdoa, dan mata mencucurkan linangan air mata lalu  menciptakan sebuah api di dalam relung dada dan untuk meraih rasa kebahagiaan kesendirian doa membawanya pada kamar yang gelap dan hutan-hutan yang sunyi sepi dan doa menjadikannya  resah, mabuk serta tidak sadarkan diri;sebab, pada akhirnya pintu karunia-Nya akan dibukakan padanya. Dia, Tuhan yang ke arah-Nya kami menyeru kalian adalah merupakan Tuhan Yang Maha mulia, Maha penyayang, Pemalu, Jujur, setia dan Maha pengasih pada orang-orang yang lemah. Maka, kalian pun jadilah orang yang setia dan berdoalah dengan penuh ketulusan supaya Dia akan mengasihani kalian. Berpisahlah kalian dari hiruk pikuk  dunia  dan janganlah mewarnai agama dengan warna hawa nafsu. Pikullah beban demi untuk Tuhan dan terimalah kekalahan demi untuk Tuhan  dan terimalah kekalahan agar  kalian menjadi waris kemenangan-kemenangan  besar. Hindarilah hal-hal kecil perkara-perkara  dunia dan perbantahan –perbantahan  yang senatiasa terjadi setiap harinya. Tuhan akan memperlihatkan msukjizat-Nya kepada orang-orang yang berdoa dan kepada orang yang memohon akan dianugerahi nikmat yang luar biasa. Doa datang dari Allah dan kembali kepada Allah. Dengan doa Tuhan sedemikian rupa menjadi dekat sebagaimana jiwa kalian menjadi dekat dengan kalian.  Nikmat pertama doa ialah terlahir perubahan suci di dalam diri manusia. Kemudian Tuhan pun karena  perubahan itu menciptakan perubahan dalam sifat-sifat-Nya. Padahal  sifat-sifat-Nya tidaklah berubah-ubah, namun untuk yang telah menciptakan perubahan dalam dirinya Dia memiliki manifestasi yang terpisah yang dunia tidak dapat mengetahuinya; seolah-olah Dia merupakan Tuhan yang lain, padahal tidak ada Tuhan lain, tetapi manifestasi  baru menampakkan-Nya dalam nuansa yang baru. Baru dalam keagungan menifestasi yang khas itu Dia bekerja untuk yang telah berubah yang Dia tidak lakukan untuk yang  lain,inilah  mu’jizat- mu’jizat itu"..

Jadi, apabila kalian menciptakan perubahan maka Allahpun juga akan memperlihatkan tanda-tanda kebesaran-Nya yang baru. Bersabda: Tuhan itu adalah Tuhan yang sebelumnya juga Dia adalah Tuhan. Tuhan  kini tidak berubah tetapi akibat perubahan  di dalam diri kalian menjadi berubah perlakuan-Nya dengan kalian.

Doa itu adalah penawar  yang menjadikan segenggam tanah menjadi  barang yang tidak ternilai harganya  dan  merupakan  air yang menbersihkan kekotoran-kekotoran yang ada di  dalam diri manusia. Dengan doa  ruh menjadi mencair  dan seperti air mengalir  lalu jatuh di atas singgasana Ilahi . Di hadapan Tuhan ia berdiri,  rukuk   dan  bersujud juga.   Bayangannya itulah shalat yang diajarkan oleh Islam". (Ruhani Hazain Pidato Sialkot jilid  20 hal 222–228)

 Jadi, bahwa semua doa-doa ini  baru akan berbentuk  doa  manakala  saudara-saudara  dawam dalam melaksanakan shalat,  sebab di dalam shalat semua ini sudah termasuk di dalam shalat.
Semoga Allah menganugerahi kita meraih irfan  yang dapat menjadikan kita menjadi orang yang terdekat. Dan lahir di dalam doa-doa kita kondisi  yang dengan itu  ruh kita  mencair  lalu mengalir di hadapan singgasana Ilahi dan itu terus mengalir. Semoga kita menjadi orang yang senantiasa dawam dalam melaksanakan shalat  dan mesjid-mesjid kita senantiasa penuh dengan orang-orang yang melakukan shalat sebagaimana dengan karunia Allah di hari-hari ini ini menjadi penuh sehingga senantiasa dapat menyerap kasih sayang Tuhan. (Khutbah Jumaah tanggal 22-10-2005 di Baitul futuh ,London, Inggris)

Comments
Add New Search RSS
yaqub  - sangat menyentuh sekali     |118.136.84.xxx |2008-09-01 21:24:29
Assalamu'alaikum wr wb
Semoga Allah melimpahkan rahmat dan KaruniaNya kepada
anda.aamiin
kasih Allah  - kasih mengasih sesama manusia ( firman terakhir Al   |60.53.219.xxx |2008-10-08 14:53:55
SURAH 10:94
If you are in doubt(Muhammad) about what we have revealed to you,
then ask those who have been reading Al-Kitab(Bible) before you. [4] The truth
has come to you from your Lord, so in no way should you waver.
Mengapa ayat ini
ada didalam al quran? kononnya isa itu tidak mati?
SURAH 19:33
So peace is on
me the day I was born, the day that I die, [3] and the day that I shall be
raised up to life again!

Mangapa al quran mengaku isa mengatakan perkataan
yang benar?
SURAH 19:34
Such was 'Isa Ibn Maryam(Jesus): it is a statement of
truth, about which they vainly dispute.
Umat Allah   |60.53.219.xxx |2008-10-08 14:57:21
Allah memang da besar da,, buat pa lg nak puji Allah.. Allah ada segala2nya dan
dia tidak mahu lakukan sesuatu demi dia tapi apa yang Allah mahu umat manusia
adalah mengasihi sesama manusia n tunjukkan cintakasih sesama itu yang di
suruhkannya supaya dunia aman damai. Cinta kasih lah firman terakhir di berikan
melalui Nabi Esa namun kalian tidak menerimanya dan kerna itu kalian akan
sentiasa ada sifat benci dan dendam... dan kerana dendam dan benci itu la
menyebabkan kalian membunuh umat tuhan sendiri kerana kalian fikir tuhan itu
untuk kalian sahaja..
JUSMAN  - Allah memang sudah besar     |114.121.195.xxx |2008-10-13 12:51:52
Allah memang sudah besar, tak usah Tuhan dibesar-besarkan karena memang dari
asalinya adalah besar walau tanpa kita besarkan, Allah tak butuh pengagungan dri
kita. tetapi apa makna dari penagungan itu adalah bukanlah Allah mendaptkan
pujian melainkan adalah: ketikan kita mengaungkan Tuhan maka kita sadar betapa
besarnya Allah yang dari itu kita sdar bahawa betapa kecilnya kita, betapa tidak
berartinya kita. sehingga timbubllah dalam diri kita kerendahan hati dalam diri
danhilangnya rasa besar diri dan egoisme. untuk besar dihadapan Allah bukanlah
dengan cara membesar-besarkan diri sendiri seperti orang dunia sepereti dalam
kampanye politik, untuk besar dihdapan Allah kita maka kita harus merendahankan
diri di hadapan Allah, perendsahan diri itulah yang membawa kepada keagungan
kita dihadapan Allah yang MAha Agung. itu tanggapan saya bukan seperti yang
saudara maksudkan. Sikap fanatisme itu adalah "wajar" dan sosiologis,<...
JUSMAN  - Allah memang sudah besar     |114.121.195.xxx |2008-10-13 12:57:20
sifat fanatisme adalah wajar dan sosiologis, bahwa tuhan saya adlah benar.
tetapi dalamkehidupan bermasyarakat kita tidak memaksakan saudara kita supaya
sama dengan kita. yang diperlukan adsalah toleransi, saling menghormati. adapun
gambaran bapak tentang pembunuhan atas nama agama diatas, hal itu tidak bisa
dilihat dari satu sudut pandang saja, bukankah gambaran kelam itu terdapat juga
di setiap agama-agma di dunia?
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch::(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s:!::?::idea::arrow:
 

3.20 Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 
< Prev
Apakah Islam itu? Islam adalah api yang menyala,yang membakar kehidupan rendah kita dan menghapuskan berhala-berhala palsu kita,lalu mempersembahkan pengorbanan jiwa kita, harta kita dan kehormatan kita dihadapan Sang Sembahan Yang Maha Benar dan Maha Suci.
ALQURAN Digital
Alquran Diqital
Who's Online
ask islam
jihad islam
The Persecution of Ahmadiyya Muslim
muslim television
Latest Comments

Powered by Mambo and template designed by Lavinia  Template Valid w3c XHTML 1.0