|

Bulan suci ramadhan adalah bulan diampuni segala dosa-dosa kita, dan dikabulkan segala permintaan kita, apa kaitan bulan suci ramadhan dengan pengabulan doa? kedua hal itu merupakan dua hal yang tak terpisahkan. Doa itu adalah
penawar yang menjadikan segenggam tanah menjadi barang yang tidak
ternilai harganya dan merupakan air yang menbersihkan
kekotoran-kekotoran yang ada di dalam diri manusia. Dengan doa ruh
menjadi mencair dan seperti air mengalir lalu jatuh di atas
singgasana Ilahi . Di hadapan Tuhan ia berdiri, rukuk dan bersujud
juga. Bayangannya itulah shalat yang diajarkan oleh Islam". (Ruhani
Hazain Pidato Sialkot jilid 20 hal 222–228)
Begitu mulai bulan suci Ramadhan
segera timbul dalam pikiran kita bahwa oleh sebab ini merupakan bulan
yang penuh berkah dan di dalamnya doa-doa dikabulkan, maka pada
umumnya banyak orang-orang yang pergi menuju ke mesjid-mesjid.
Jumlah yang hadir di mesjid-mesjid pun menjadi bertambah. Jumlah yang
menghadiri shalat subuh menjadi lebih banyak dibandingkan dengan
hari-hari lainnya, seberapa banyak pada shalat magrib dan Isya yang
pada umumnya pada hari-hari biasa. Di kota-kota dan Negara-negara lain
di dunia pun diterima informasi seperti ini bahwa- masyaallah-
mesjid-mesjid dengan karunia Allah nampak sangat ramai. Hati merasa
gembira bahwa kini terfikir oleh orang-orang meninggalkan
kesibukan-kesibukan dunia, meninggalkan tempat tidur yang
menyenangkan, bangun waktu subuh,menunaikan shalat tahajjud,
menunaikan puasa dan kemudian datang untuk menunaikan salat di mesjid,
melaksanakan ibadah kepada Tuhan yang Esa dan menaruh perhatian untuk
memohon ampun supaya kealfaan-kealfaan, kekurangan-kekurangan dan
dosa-dosa mereka dimaafkan. Timbulnya perhatian pada bulan Ramadhan
adalah karena Allah seraya mencurahkan karunia-Nya Dia membuka
pintu –pintu ampunan-Nya. Setiap orang menghendaki untuk mengambil
faedah dari itu. Rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa yang karena
tuntutan iman dan dengan niat untuk mendapatkan ganjaran bangun
tengah malam untuk menunaikan shalat maka Dia mengampuni dosa-dosanya
yang telah lalu ".(Bukhari Kitabushaum fadhlu man qaama ramadhaan)
Oleh
sebab itu manusia merupakan himpunan dari segenap
kealfaan-kealfaan,di siang hari pun setiap harinya manusia terjebak
dalam kekeliruan-kekeliruan dan banyak dosa-dosa. Maka timbul
keinginan di dalam diri setiap orang untuk mengambil faedah dari
peluang yang Allah berikan, memohon kepada Allah supaya dosa-dosanya
dimaafkan.
Tetapi ingatlah matan hadis : " Sambil memenuhi
tuntutan iman dia menunaikan shalat " . Kini perhatikanlah, apa
tuntutan iman itu. Apa yang iman tuntut dari kita, apakah jika selama
sebelas bulan tidak ada perhatian kepada ibadah, tidak ada perhatian
kepada shalat, tidak ada perhatian kepada penunaian hak-hak
hamba-hamba Allah lalu pada bulan yang kedua belas mulai ada perhatian
terhadap ibadah pada Allah supaya dosa-dosa yang lalu dimaafkan? Tidak,
tuntutan iman adalah bahwa janji yang saudara-saudara telah ikat
dengan Allah, yang telah saudara-saudara ikat dengan Rasul-Nya, itu
dia penuhi. Perubahan-perubahan yang telah dia ciptakan satu bulan
Ramadhan akan menjadikan perubahan-perubahan itu sebagai bagian dari
kehidupannya; mengamalkan perintah-perintah Allah dan Rasul-Nya dan
juga menetapkan tekad dan janji yang kuat bahwa keburukan-keburukan
itu kini kami tidak akan biarkan hidup di dalam diri kami. Maka baru
kemudian pandangan curahan kasih sayang Allah akan menerpanya dan
dosa-dosa yang telah lalu akan dimaafkan.
Allah taala berfirman:
وَإِذَا
سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ
إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ
يَرْشُدُونَ
Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang
Aku, maka bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan doa-doa orang
yang berdo`a apabila mereka memohon kepada-Ku. Maka hendaknya mereka
mengucapkan labbaik /menyambut segala perintah- Ku dan hendaknya
mereka beriman kepada-Ku, agar mereka mendapat petunjuk. Al-Baqarah 187
ayat
diatas berkaitan dengan perintah-perintah Ramadhan dan puasa, di dalam
Al-Quran telah diletakkan di tengah-tengah ayat-ayat ini. Dari itu
dapat diketahui bahwa Allah pada hari-hari itu ingin mencurahkan kasih
sayang-Nya pada hamba-hamba-Nya; Dia ingin mengembalikan orang-orang
yang tersesat tidak tentu arah; Dia ingin meninggikan standar
ibadah-ibadah mereka supaya senantiasa lahir di dunia hamba-hamba-Nya
yang benar. Di dalam itu yang Allah firmankan adalah bahwa apabila
hamba-hamba-Ku ingin bertanya tentang Aku - Disini maksud
hamba-hamba-Ku adalah "para pecinta Allah", orang-orang yang fana
/mabuk kepada Allah. Kini perhatikanlah siapa Pecinta itu. Pecinta
sejati adalah seorang yang menerima segenap perkataan kekasihnya.
Di
dalam kekasih-kekasih duniawi terdapat segala macam hal-hal yang baik
dan buruk. Zat Allah adalah merupakan suatu wujud yang di dalamnya
kecuali keuntungan tidak ada lagi yang lainnya, hanya keuntungan dan
keuntungan semata yang didapat. Hanya faedah dan faedah semata. Dia
merupakan sumber segenap kebaikan, menghindari dari segenap keburukan
dan memberikan keselamatan dari segenap kesusahan. Dia berfirman,"
Mintalah kepada-Ku Aku akan menjawab doa-doa kalian". Kini, seorang
kekasih sejati apa yang dia akan minta. Seorang kekasih sejati akan
meminta kedekatan dengan kekasihnya. Dan manakala kedekatan telah
diraih dan timbul keyakinan diantara satu dengan yang lain, maka satu
dengan yang lain akan senantiasa dalam upaya untuk mendatangkan faedah
kepada satu dengan yang lainnya. Disini pun ternyata hanya sepihak
bahwa apabila ingin meraih kedekatan Allah maka faedah pun hanya
kepada kita semata dan kemudian ini tidak hanya sampai masalah pada
mengambil faedah semata tetapi apabila saudara-saudara meraih
kedekatan-Nya maka saudara-saudara harus memberikan
pengurbanan-pengurbanan dan hares siap untuk itu.
Selanjutnya
Allah dengan jelas berfirman,"Siapakah hamba-hamab-Ku yang Ku-kabulkan
doa-doanya. Berfirman ," Dia yang merupakan hamba-hamba-Ku dan orang
yang mencintai-Ku serta orang yang mengucapkan labbaik pada seruan
–Ku. Nah, hal-hal apa saja yang Allah firmankan yang atas hal itu
kita harus ucapkan labbaik/kita harus sambut. Perkara-perkara itu
adalah menunaikan hak-hak Allah (kewajiban-kewajiban kepada Allah) dan
menunaikan hak-hak hamba-hamba atau kewajiban-kewajiban kepada
hamba-hamba-Nya serta melaksanakan ibadah pada-Nya dengan penuh
istiqamah; menahan diri dari apa yang dilarang-Nya dan menunaikan
hal-hal yang diperintahkan untuk mengamalkannya.
Kemudian Allah
taala berfirman:, "Berimanlah pada-Ku supaya mendapat petunjuk".
Kini, iman yang sempurna pun diperlukan kettaatan sejati kepada Allah
dan Rasul-Nya. Kemudian terdapat juga perintah Allah bahwa iman dan
amal saleh itu adalah merupakan sesuatu yang berjalan sejajar atau
paralel. Oleh karena itu apa yang tertulis di dalam ayat "mereka
menyambut seruan-Ku" artinya adalah, mereka melakukan amal
saleh,melakukan amal-amal baik,tegak dalam kebaikan-kebaikan dan
sambil menjalankan ibadah mereka meminta doa-doa pada-Nya. Oleh karena
itu Allah berfirman: Aku adalah dekat dengan kalian. Kemudian
berfirman: Kemudian Aku akan menjadi sahabat kalian. Sesuai dengan
firman-Nya: اللَّهُ وَلِيُّ الَّذِينَ ءَامَنُوا Allah Pelindung
orang-orang yang beriman. (Al-Baqarah 258) Persahabatan Tuhan dan iman
pada-Nya akan menganugerahkan kedekatan dengan-Nya kemudian akan
terus menganugerahkan kedekatan. Di dalamnya kemajuan demi kemajuan
akan terus diraih. Kedekatan ini bukanlah merupakan kedekatan yang
statis, terhenti disatu tempat. (Bahkan) Dia juga akan mendengarkan
doa-doa yang merupakan kelanjutan dari tingkatan seterusnya.
Tetapi
Qurub (kedekatan) Ilahi dan kedekatan-Nya serta pengabulan doa-doa
itu adalah terjadi dengan beberapa persyaratan. Pertama adalah
manakala seorang hamba akan senantiasa tetap menjadi hamba-Nya, murni
menjadi milik-Nya, akan menunaikan ibadah dengan ikhlas demi untuk-Nya
dan meyakini-Nya sebagai sumber segenap kekuatan-kekuatan. Kemudian,
kapan saja memohon maka harus memohon pada-Nya. Tidak sampai
membuat tuhan-tuhan kecil di dalam hatinya. Yakni, bukannya hanya
karena medndsapatkan keuntungan sedikit banyak dari seseornag maka
lantas dia memuji-meji secara berlebihan. Sebagaian orang mendapat
manfaat dari atasan maka untuk menyenangkannya atau untuk menyenangkan
anak-anak atasannya terkadang sampai shalat pun dia sia-siakan dan
mulai sibuk dalam tugas-tugas atasan itu. Jadi perkara-perkara ini
adalah penting bahwa untuk meraih kedekatan,yaitu kapan saja
saudara-saudara mulai mengerjakan suatu pekerjaan ataukah tengah
melakukan urusan dunia maka urusan dunia saudara-saudara ini jangan
menjadi penghambat dalam ibadah-ibadah saudara-saudara. Jangan
kesibukan-kesibukan bisnis saudara-saudara membuat saudara-saudara
lalai dari beribadah pada Allah. Kemudian syarat
selanjutnya adalah keharusan mentaati Rasul, mentaati
perintah-perintah yang dia berikan, mentaati anjuran-anjuran yang
beliau sabdakan, menjalankan seperti apa yang beliau nasehatkan pada
kita, seperti apa yang beliau harapkan dari kita, seperti itulah
kita harus lakukan.
Doa
Kemudian kita juga harus yakin
dan seorang mu'min juga harus senantiasa yakin bahwa Allah mendengar
doa-doa dan mempunyai kekuatan untuk mendengar. Dan jika di dalam
semangat-semangatnya dan di dalam doa-doanya kendati adanya
upaya-upaya keras doa tidak terkabul maka kalau begitu pasti ada
kekurangan dalam cara memanjatkan doa atau kelemahan-kelemahan kita
yang lain dan tidak menunaikan hak-hak /kewajiban-kewajiban kita
sebagai hamba yang menjadi penghalang pengabulanya; akibat tidak
menunaikan hak-hak kewajiban, akibat tidak menunaikan hak-hak kewajiban
terhadap orang lain,akibat menganiaya orang lain sehingga
hambatan-hambatan itu terjadi. Atau di sisi Allah pekerjaan itu atau
maksud untuk mana kita tengah memanjatkan doa tidak berfaedah untuk
kita. Jadi Allah terkadang Dia sendiri yang memberikan keputusan.
Atau jika itu berkaitan dengan urusan dua orang maka Allah lebih
mengetahui siapa orang yang lebih berhak, karena itu orang yang lebih
berhak yang mendapatkan haknya. Tetapi doa yang dipanjatkan dengan
niat yang baik dan dengan cara yang tulus, Allah tidak akan pernah
sia-siakan. Itu pada suatu saat nanti akan berguna,baik di dunia
ataupun di akherat kelak.
Oleh karena itu jangan hendaknya
lelah dalam memanjatkan doa-doa. Pertolongan Allah itu dapat diraih
adalah dengan sabar dan doa. Jadi hendaknya senantiasa berpegang teguh
pada kesabaran dan seyogianya harus terus menerus memanjatkan doa
kepada Allah.
Tertera dalam sebuah hadis bahwa Rasulullah saw
bersabda: “Allah mendengar doa-doa orang-orang yang tidak
memperlihatkan ketidak sabaran” jadi bukannnya kita mengatakan bahwa
saya telah banyak memanjatkan doa-doa tetapi Allah sama sekali tidak
mendengar doa-doa saya. Ini adalah kekufuran yang merupakan
perkara-perkara yang menjauhkan manusia dari iman. Seorang mu'min
hendaknya menghindar dari hal-hal itu.
Perkara dikabulkan
tidaknya doa kita oleh Allah taala tak ubahnya seperti persahabatan
akrab antara dua insan, terkadang seorang kawan mengiyakan kata-kata
kawannya dan terkadang menyuruh mengiyakan kata-katanya kepada
kawannya. Seperti itulah Allah berlaku terhadap hamba-hamba-Nya.
Tetapi kendati secara zahirnya Allah menolak doa-doa hambanya yang
mu'min, inipun pada dasarnya Dia tengah melakukan sesuatu untuk
faedah hamba-Nya itu.
Ayat diatas menunjukkan bahwa apabila
ada orang yang berdoa, menyeru kepada-Ku maka Aku mendengarnya dan
dengan ilham –Ku Aku memberikan habar gembira kepadanya. Manakala
Allah mendengar maka Dia juga memberikan jawaban, tidak hanya
memberikan keyakinan akan keberadaan-Nya bahkan Dia juga memberikan
keyakinan bahwa Dia memiliki segenap kekuasaan" Tetapi" syaratnya"
hendaknya orang-orang menciptakan kondisi ketakwaan dan rasa takut
pada-Ku sedemikian rupa sehingga Aku mendengarkan suaranya" . Kini rasa
takut pada Tuhan dan kondisi ketakwaan ini dapat memperdengarkan suara
itu kepada-Nya. " Dan hendaknya mereka beriman kepada-Ku dan sebelum
mereka meraih makrifat yang sempurna mereka harus mengikrarkan bahwa
Tuhan adalah ada dan memiliki segenap kekuatan dan
kekuasaan-kekuasaan. Sebab barangsiapa yang beriman dialah yang
dianugarahi irfan".
Jadi, jika rasa ketakwaan, rasa takut pada
Tuhan ada dan hak-hak hamba-hamba-Nya pun tengah dipenuhi maka Allah
berfirman: Aku akan mendengarkan permohonan kalian. Kemudian, iman
pun harus ada. Kepada-Ku iman dan keyakinan hendaknya ada bahwa Tuhan
itu ada dan keyakinan pada Zat Tuhan hendaknya ada sebelumnya di
dalam hati. Dengan makrifat sempurna, yakni menyelami ke kedalaman
lalu ada keyakinan bahwa Tuhan itu ada sebelum adanya pengenalan pada
segenap sifat Tuhan dengan pengalaman.
Apabila dengan
keyakinan itu kita berdoa kepada Tuhan maka pasti Tuhan akan
mendengarnya. Namun bukanlah hanya dengan sekedar ucapan bahwa kami
yakin sepenuhnya pada zat Allah dan beriman pada-Nya, tetapi
perintah-perintah-Nya lalu tidak diamalkan;shalat-shalat bertahun
–tahun hanya dalam bulan Ramadhan ada upaya untuk dilaksanakan atau
dilakukan.
Meminta doa kepada para wali
Jadi Ramadhan
ini kembali memberikan peluang kepada kita bahwa kita harus tunduk di
hadapan Tuhan sebagaimana selayaknya kita harus tunduk/setia pada-Nya.
Kita harus beribadah pada-Nya sebagaimana seharusnya kita harus
melakukan ibadah pada-Nya,maka Allah pasti akan menjawab doa-doa kita.
Dan kita berjanji bahwa untuk masa yang akan datang kita senantiasa
akan lebih menghidupkan/ meningkatkan ibadah-ibadah kita. Oleh karena
itu kembali saya tegaskan bahwa hidupkanlah ibadah-ibadah
saudara-saudara. Daripada pergi untuk memohon doa-doa pada orang
lain Berupayalah sendiri untuk meraih pengalaman kekuasaan-kekuasaan
zat Allah. "Jadilah kalian wali,tetapi janganlah kalian menjadi
penyembah wali ".
banyak terdapat di dalam umat islam bahwa
sedemikian rupa mereka meminta doa kepada orang-orang yang dianggap
suci atau para wali, bentuk-bentuk jampi, jimat dan lain sebagainya,
semua hal itu merupakan hal yang sia-sia dan tidak berguna. Padahal
Allah berfirman bahwa jika kalian dikatakan sebagai seorang mu'min maka
sembahlah Aku, sedangkan saudara-saudara mengatakan bahwa doa
wali/sesepuh cukup untuk kami. Semua ini merupakan khayalan-khayalan
syaithan, karenanya hindarilah itu. Penyakit ini, khususnya, sangat
banyak di kalangan perempuan. Di mana-mana di Negara kita di Asia
lebih banyak seperti itu atau dimana-mana pun orang-orang Asia lebih
banyak yang berkumpul maka disanapun terkadang terdapat juga seperti
itu.
Allah jelas mengajarklan doa-doa kepada kita bahwa
setiap orang berdoalah dalam ruang lingkupnya masing-masing bahwa,
jadikanlah kami sebagai imam bagi orang yang bertakwa. Khalifah pun
berdoa juga seperti ini bahwa jadikanlah saya imam bagi orang yang
betakwa. Sementara kalangan penyembah wali/orang suci ini
mengatakan bahwa menurut kami apa yang kami ingin kerjakan, akibat
doa-doa orang suci kami, kami akan dimaafkan. Inna lillah. Ini jelas
lama kelamaan akan menjadi kasus seperti halnya orang-orang Kristen.
Seperti inilah paradigma /pandangan yang akan terjadi. Jadi ke arah
itu kendati itu berada dalam lingkungan yang kecil sekalipun perlu
dilakukan perhatian yang serius. Mulai dari sekarang hal itu hendaknya
ditekan.
Berkat doa
Jalan dekat untuk meraih karunia
adalah doa dan syarat-syarat utama doa adalah yang di dalamnya
terdapat rasa khusyuk, resah dan rasa syahdu/larut. Doa yang penuh
dengan rasa rendah hati, rasa gelisah dan penuh dengan rasa rindu itu
akan menarik karunia Ilahi. Dan sesudah diterimanya itu akan
menyampaikan manusia kepada maksud yang sejati. Tetapi yang sulit
adalah bahwa inipun tampa karunia Allah tidak akan mungkin dapat diraih
dan kemudian penawarnya adalah senantiasalah berdoa kendati betapapun
tidak rasa tertarik dan tidak adanya rasa hobi, namun janganlah
sampai kenyang. Lakukanlah terus menerus dengan memberatkan diri dan
dibuat-buat/berpura-pura. Untuk doa yang hakiki dan asli pun perlu
doa. Banyak orang-orang yang memanjatkan doa-doa dan hatinya merasa
kenyang lalu tercetus ungkapan bahwa tidak ada sesuatu yang diperoleh.
Namun nasehat kami adalah bahwa di dalam keteguhan atau terus menerus
(memanjatkan doa) itulah terdapat keberkatan". Yakni di dalam upaya
sungguh-sungguh itulah terdapat keberkatan. Sebab akhirnya maksud
yang inti atau sebenarnya akan didapatkan dari itu. Dan akan tiba
suatu saat dimana hatinya itu akan serasi dengan lidahnya dan
kemudian rasa rendah hati dan khusyuk sendiri yang merupakan sisi-sisi
penting doa akan tercipta. Seorang yang bangun di tengah malam
kendati betapapun tidak ada rasa khuyuk dan tidak ada rasa keserasian
/keikutsertaan dan adanya kondisi tidak sabar, namun jika dalam kondisi
seperti itu pun dia berdoa, hai Allah ! bahwasanya kalbu hamba berada
di tangan Engkau dan kekuasaan Engkau, bersihkanlah itu dan jika
dalam keadaan yang tidak tertarik itu dia memohon kelapangan pada
Allah, maka dari dalam rasa tidak tertarik itu akan lahir rasa
khusyuk atau perhatian kepada Allah ". Yakni, kondisi kalbu yang keras
itu akan cair dan mulai lahir perhatian ke arah doa. Dan "inilah
merupakan waktu itu yang disebut saat pengabulan doa. Dia akan
melihat bahwa pada saat itu ruh mengalir di hadapan singgasana
Ilahi,seolah-olah merupakan setetes air yang dari atas jatuh ke
bawah". ( Al-Hakam nomor 31 tanggal 24 agustus 1903. hal 3)
Doa
yang timbul sesudah (mencapai) makrifat dan tercipta dengan perantaraan
karunia Ilahi, memiliki nuansa dan kondisi lain. Itu merupakan sebuah
benda yang dapat memfanakan /melenyapkan; itu merupakan api yang
dapat melunakkan; itu merupakan sebuah magnit yang menarik rahmat
Tuhan; itu merupakan sebuah kematian yang pada akhirnya akan
menghidupkan; merupakan sebuah banjir dahsyat yang pada akhirnya akan
menjadi sebuah bahtera". ( Yakni banjir itu justru yang menjadi bahtera
yang dapat menyelamatkan) setiap perkara yang tidak menentu terjadi
dari itu; dan setiap racun pada akhirnya menjadi obat penawar
karenanya.
Salam sejahtera bagi tahanan yang berdoa tanpa
mengenal lelah, sebab pada suatu saat akhirnya dia akan meraih
kebebasan. Salam sejahtera bagi para tunanetra yang tidak malas dalam
memanjatkan doa-doa, sebab pada suatu saat dia akan mulai dapat
melihat. Salam sejahtera bagi yang berada di dalam kubur-kubur yang
berbaring sambil memohon pertolongan Tuhan dengan doa-doa, sebab pada
suatu saat mereka akan dikeluarkan dari kuburan-kuburan itu.
Salam
sejahtera bagi mereka yang tidak pernah lelah dalam memanjatkan doa dan
ruh kalian/mereka mencair untuk berdoa, dan mata mencucurkan linangan
air mata lalu menciptakan sebuah api di dalam relung dada dan untuk
meraih rasa kebahagiaan kesendirian doa membawanya pada kamar yang
gelap dan hutan-hutan yang sunyi sepi dan doa menjadikannya resah,
mabuk serta tidak sadarkan diri;sebab, pada akhirnya pintu karunia-Nya
akan dibukakan padanya. Dia, Tuhan yang ke arah-Nya kami menyeru kalian
adalah merupakan Tuhan Yang Maha mulia, Maha penyayang, Pemalu, Jujur,
setia dan Maha pengasih pada orang-orang yang lemah. Maka, kalian pun
jadilah orang yang setia dan berdoalah dengan penuh ketulusan supaya
Dia akan mengasihani kalian. Berpisahlah kalian dari hiruk pikuk
dunia dan janganlah mewarnai agama dengan warna hawa nafsu. Pikullah
beban demi untuk Tuhan dan terimalah kekalahan demi untuk Tuhan dan
terimalah kekalahan agar kalian menjadi waris kemenangan-kemenangan
besar. Hindarilah hal-hal kecil perkara-perkara dunia dan perbantahan
–perbantahan yang senatiasa terjadi setiap harinya. Tuhan akan
memperlihatkan msukjizat-Nya kepada orang-orang yang berdoa dan kepada
orang yang memohon akan dianugerahi nikmat yang luar biasa. Doa datang
dari Allah dan kembali kepada Allah. Dengan doa Tuhan sedemikian rupa
menjadi dekat sebagaimana jiwa kalian menjadi dekat dengan kalian.
Nikmat pertama doa ialah terlahir perubahan suci di dalam diri manusia.
Kemudian Tuhan pun karena perubahan itu menciptakan perubahan dalam
sifat-sifat-Nya. Padahal sifat-sifat-Nya tidaklah berubah-ubah, namun
untuk yang telah menciptakan perubahan dalam dirinya Dia memiliki
manifestasi yang terpisah yang dunia tidak dapat mengetahuinya;
seolah-olah Dia merupakan Tuhan yang lain, padahal tidak ada Tuhan
lain, tetapi manifestasi baru menampakkan-Nya dalam nuansa yang baru.
Baru dalam keagungan menifestasi yang khas itu Dia bekerja untuk yang
telah berubah yang Dia tidak lakukan untuk yang lain,inilah mu’jizat-
mu’jizat itu"..
Jadi, apabila kalian menciptakan perubahan maka
Allahpun juga akan memperlihatkan tanda-tanda kebesaran-Nya yang baru.
Bersabda: Tuhan itu adalah Tuhan yang sebelumnya juga Dia adalah Tuhan.
Tuhan kini tidak berubah tetapi akibat perubahan di dalam diri kalian
menjadi berubah perlakuan-Nya dengan kalian.
Doa itu adalah
penawar yang menjadikan segenggam tanah menjadi barang yang tidak
ternilai harganya dan merupakan air yang menbersihkan
kekotoran-kekotoran yang ada di dalam diri manusia. Dengan doa ruh
menjadi mencair dan seperti air mengalir lalu jatuh di atas
singgasana Ilahi . Di hadapan Tuhan ia berdiri, rukuk dan bersujud
juga. Bayangannya itulah shalat yang diajarkan oleh Islam". (Ruhani
Hazain Pidato Sialkot jilid 20 hal 222–228)
Jadi, bahwa
semua doa-doa ini baru akan berbentuk doa manakala saudara-saudara
dawam dalam melaksanakan shalat, sebab di dalam shalat semua ini sudah
termasuk di dalam shalat. Semoga Allah menganugerahi kita meraih
irfan yang dapat menjadikan kita menjadi orang yang terdekat. Dan
lahir di dalam doa-doa kita kondisi yang dengan itu ruh kita
mencair lalu mengalir di hadapan singgasana Ilahi dan itu terus
mengalir. Semoga kita menjadi orang yang senantiasa dawam dalam
melaksanakan shalat dan mesjid-mesjid kita senantiasa penuh dengan
orang-orang yang melakukan shalat sebagaimana dengan karunia Allah di
hari-hari ini ini menjadi penuh sehingga senantiasa dapat menyerap
kasih sayang Tuhan. (Khutbah Jumaah tanggal 22-10-2005 di Baitul futuh
,London, Inggris)
|
Good read, thx for posting -----...
buat al iman maksih atas comment dan ...
hei..kau yang bilang agama islam suka...
Terima kasih sekali atas apa yang tel...
makasih sobat muslim